02
Fe
Berikut Ini Langkah Mengadakan Aqiqah Menurut Agama Islam
02.02.2017 05:50

Aqiqah itu menandakan memutus & melubangi, serta ada juga yang menyiarkan bahwa akikah adalah sebutan bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan juga bahwa akikah merupakan serabut yang untuk si bocah ketika menyembul. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menerima bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk anak yang segar lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah berarti adalah sabut makhluk yang baru dilahirkan, baik pribadi atau satwa. Dinamai lagi daripadanya satwa yang disembelih untuk anak yang segar lahir pada hari keseminggunya.

1. Pokok Hukumnya
Aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakkad, sekalipun wali dalam kondisi sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru real.

1. Rasulullah saw saw. menitahkan:
“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Pelerai demam Majah no. 3165 dan sebagainya dari saudara Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini di dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan memberitahukan:
Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan dan Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. & dari Salman bin Amir Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, & hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Setiap anak molek aqiqahnya, oleh karena itu sembelihlah satwa dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Bubuk Daud
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk budak laki-laki dan seekor kambing untuk momongan perempuan.

6. Hadits babad Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Laksmi dan Husain) mencukur serabut Hasan & Husain lantas ia menzakatkan dengan argentum seberat timpalan rambutnya.

tujuh. Hadits sejarah Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah mengenai anaknya patut dilakukan aqiqah untuk bani dua sudut kambing yang serupa umurnya serta untuk keturunan perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki serta Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan dua ekor kambing/domba yang seiras dan umurnya bersamaan. & untuk bani perempuan 1 ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku sempat mendengar Rasulullah saw saw. menitahkan:

" Untuk anak laki-laki 2 ekor wedus yang seiras, dan untuk anak cewek satu sudut. " Serta dibolehkan tunggal ekor sedia untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah mengerjakan yang demikian untuk Lembut dan Husain r. a., seperti di dalam hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai bani, ia memotong kambing serta melumuri kepalanya dengan kebiasaan kambing itu. Maka sesudah Allah mengakibatkan islam, abdi menyembelih kibas, mencukur / menggundul penyelenggara si balita dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Putri Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang sosok pada sekiranya jahiliyah bila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri randu dengan kadim aqiqah, lalu ketika menjatuhkan rambut si bayi itu melumurkan saat kepalanya’. Oleh sebab itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah tersebut dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Zaman Penyembelihan

1. Jika mengharuskan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Jika tidak, oleh karena itu pada hari ke-14. Meski yang demikian masih bukan memungkinkan, oleh sebab itu pada hari ke-21 mulai hari kelahirannya. domba aqiqah bandung Jika masih tidak mengizinkan maka pada kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, serta pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Memberikan anak nama
- Membabat rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Adapun syarat fauna kambing yang dapat jadi aqiqoh tersebut sama beserta syarat satwa qurban (kurban) sbb:
- Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan menyerap usia (dua) tahun.
- Domba: tertib berusia 6 (enam) hari dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mahir ada bagian badan fauna yang cacat.
- Dagingnya tidak boleh dijual.

4. Bersamaan Renggangan Qurban serta Aqiqah.
Mulai sini tampak pertanyaan, yakni bolehkah menyatukan niat aqiqah dan persembahan? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah secara otomatis kurban yang dikerjakan sekaligus sanggup menggugurkan anjuran akikah? Mengenai hal berikut ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan tersebut bisa sekali lalu diniatkan aqiqah dan meruntuhkan anjurannya. Ide ini yakni opsi yang disampaikan per Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari tataran tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Putri Sirin, & Qatadah, sependapat dengan wawasan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua kebiasaan sama, ialah mendekatkan bangun kepada Tuhan swt. dengan perantara nabi sembelihan satwa. Keduanya dapat saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama saat shalat tentu di Langgar disertai secara niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menyampaikan opsi itu.

Kedua kebiasaan itu bukan boleh disatukan dan gak bisa menghapuskan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat tersebut disampaikan sebab Mazhab Maliki, Syafi’i, serta salah satu tambo Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang eksentrik. Maka tersebut, satu sama lain bukan boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah itu pun berseberangan. Jadi, tenang tepat disatukan. Misalnya, denda yang real di haji tamattu' & denda yang berlaku dalam fidyah.

Comments


Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!